KTH SASAKA PATENGAN · PATENGAN · RANCABALI · KABUPATEN BANDUNG
POTENSI

Potensi yang Tumbuh dari Hutan dan Masyarakat.

Kopi dan jasa lingkungan menjadi dua kekuatan yang paling nyata di Sasaka Patengan. Keduanya tumbuh dari pengetahuan masyarakat, karakter kawasan, dan kemauan anggota untuk mengolah potensi menjadi usaha yang lebih bernilai.

01 / KOMODITAS UNGGULAN

Kopi, Komoditas yang Menjadi Andalan.

Ilustrasi panen kopi

Kopi sudah lama menjadi bagian dari kebun dan penghidupan masyarakat Patengan. Bagi banyak anggota, komoditas ini bukan hal baru, melainkan keterampilan yang diwariskan dan terus dikembangkan.

KUPS Kopi menghasilkan sekitar 25 ton biji kopi per tahun, dengan harga komoditas sekitar Rp70.000 per kilogram. Setelah mendapat pelatihan dan dukungan alat, anggota mulai memperluas proses dari budidaya dan panen menuju pengolahan kopi siap konsumsi.

Output Biji Kopi±25 Ton/Tahun
Harga TercantumRp70.000/Kg
02 / PRODUK OLAHAN

TALAGA COFFE, Dari Kebun Anggota ke Produk Siap Seduh.

TALAGA COFFE lahir dari biji Arabika yang ditanam dan dipanen oleh anggota KUPS sendiri. Dengan mengolah hasil kebun menjadi produk siap seduh, nilai kopi tidak berhenti di tingkat bahan mentah.

Prosesnya dimulai dari memilih buah matang, mengeringkan, memecah dan menyortir biji, kemudian menyangrai, menggiling, hingga mengemasnya. Produk 250 gram dipasarkan dengan harga Rp75.000 per kemasan.

Penulisan merek mengikuti dokumen profil: TALAGA COFFE.
Ilustrasi biji kopi
Ilustrasi camping di kawasan hutan
03 / JASA LINGKUNGAN

Bumi Perkemahan, Inisiatif Anak Muda Sasaka.

KUPS Wisata tumbuh dari gagasan anggota muda yang sejak kecil akrab dengan kawasan hutan Patengan. Mereka melihat peluang agar keindahan alam dapat memberi manfaat tanpa harus kehilangan karakternya.

Dengan swadaya, anggota membuka akses, menata parkir, membangun toilet dan ruang ganti. Dari sana, promosi melalui media sosial mulai memperkenalkan bumi perkemahan kepada pengunjung dari Kota dan Kabupaten Bandung.

Catatan data: profil memuat dua angka kunjungan yang berbeda—±50.000 pengunjung per tahun pada tabel KUPS Wisata dan 16.000 pengunjung per tahun pada bagian produk unggulan. Angka kunjungan tidak dijadikan headline sampai ada konfirmasi resmi.
04 / POTENSI LANJUTAN

Potensi Lain yang Bisa Dikembangkan dengan Bijak.

Amenitas dan wisata edukasi berbasis lingkungan membuka ruang pengembangan berikutnya. Arahnya bukan sekadar menambah aktivitas, tetapi memastikan setiap pengembangan sesuai dengan daya dukung kawasan dan benar-benar memberi manfaat bagi anggota.

Agroforestri

Menguatkan komoditas yang telah lama tumbuh dan dikelola masyarakat.

Wisata Edukasi

Mengajak pengunjung mengenal hutan melalui pengalaman dan pembelajaran langsung.

Amenitas

Menyediakan fasilitas pendukung secara proporsional, sesuai kebutuhan dan karakter kawasan.